f(x)

Thursday, October 28, 2010

Pedrosa Yakin Bisa Tampil di Estoril


KOMPAS.com - Dani Pedrosa cukup yakin dirinya akan tampil di GP Portugal akhir pekan ini. Pebalap Repsol Honda tersebut sudah absen di tiga seri terakhir, menyusul cedera bahu yang dialaminya saat latihan di Sirkuit Motegi, Jepang, 1 Oktober lalu.

Sebenarnya, pada GP Australia akhir pekan lalu, Pedrosa juga sudah ambil bagian sejak latihan. Tetapi setelah mengikuti kualifikasi di Sirkuit Phillip Island tersebut, pebalap Spanyol ini merasa belum siap sehingga dia akhirnya menarik diri dari balapan.
Nah, demi mengamankan posisinya sebagai runner-up MotoGP 2010 ini dari ancaman pebalap Ducati Casey Stoner, Pedrosa tak boleh absen lagi dalam dua seri terakhir. Pasalnya, saat ini Stoner yang mengumpulkan total 205 poin, hanya terpaut 23 dari Pedrosa.

Meskipun demikian, Pedrosa tetap harus memperhitungkan kenyataan kondisi fisiknya. Jika nanti pada sesi latihan di Sirkuit Estoril dia merasa belum nyaman, bukan mustahil Pedrosa kembali absen dalam balapan tersebut.

"Kami kembali ke trek akhir pekan ini di Estoril, dan secara prinsip, situasinya sudah lebih baik dari waktu saya berada di Australia," ujar Pedrosa. "Sirkuit Estoril tidak banyak permintaan seperti di Phillip Island dan ini mungkin membantu saya untuk merasa lebih nyaman berada di atas motor. Selain itu, saya juga memiliki waktu recovery yang lebih lama sehingga semoga banyak membantu.

"Cedera semacam ini membutuhkan waktu penyembuhan dan setelah lebih dari dua pekan, saya ingin melihat bagaimana perkembangannya. Saya sudah mengunjungi dokter pada hari Selasa lalu, untuk mengangkat jahitan, dan bekas jahitannya sudah baik.

"Saya juga sudah melakukan beberapa langkah rehabilitasi pada otot-otot dan saya merasa sudah lebih kuat. Tetapi saya belum bisa memastikan seberapa besar perbedaannya sampai saya menunggang motor pada Jumat pagi (latihan pertama).

"Juga, saya pikir hal tersebut akan sangat positif bahwa akan ada dua latihan lagi pada hari Jumat, seperti yang terjadi di Aragon. Mengenai layout trek, Estoril memiliki beberapa area pengereman keras dan bergelombang, tetapi sirkuit ini lebih banyak memiliki tikungan ke kanan dibandingkan ke kiri, sehingga tidak terlalu masalah bagi kami. Karena itu, saya menantikan untuk membalap di sana dengan timku dan melihat bagaimana rasanya."

2PM Dianugerahi Gelar Penyanyi Asia Terpopuler 2010


Ajang penghargaan Mandarin Music Honours 2010 (MMH 2010) digelar di Wukesong Arena, China, 18 Oktober lalu. 2PM yang menjadi salah satu artis penampil malam itu menerima trofi penghargaan kategori Penyanyi Asia Terpopuler.

Pelaksanaan MMH 2010 ke-10 ini diprakarsai oleh MTV dan CCTV, serta termasuk ajang penghargaan tahunan terbesar di China dan Asia. Diramaikan para artis populer dari negara-negara Asia seperti Jepang, China, Taiwan, dan Hong Kong, MMH tahun ini berlangsung meriah.

2PM hadir sebagai perwakilan dari Korea Selatan. Usaha 2PM memperkenalkan Hallyu wave melalui lagu-lagu mereka diterima dengan baik di negara-negara Asia, sehingga puncaknya mereka dinilai pantas menerima trofi penghargaan Artis Asia Terpopuler. Sayangnya, malam itu 2PM hanya datang berlima minus Nich Khun, karena personel asal Thailand itu kebetulan punya jadwal syuting MBC We Got Married yang harus dijalaninya.

Dengan demikian, 2PM mengikuti jejak artis Korea lainnya yang sudah menerima trofi ini lebih dulu, seperti RAIN, Jang Na Ra, dan Shin Seung Hoon. Sebelumnya, mereka bertiga sama-sama menerima penghargaan sebagai “Top Korean Singer of the Year”. Dengan demikian, 2PM menjadi penyanyi Korea pertama yang memenangkan penghargaan di kategori Penyanyi Terpopuler.

Menurut para juri MMH 2010, 2PM dianggap memiliki kekuatan sebagai grup musik Korea yang memimpin budaya massa. “Kami merasa sangat bangga dan gembira karena bisa mewakili para penyanyi Korea di acara penghargaan ini,” ucap Taec Yeon seusai acara.

“Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk fans Asia yang telah membantu kami sehingga menerima penghargaan ini. Kami akan bekerja lebih keras lagi untuk memberikan yang terbaik kepada kalian semua dan siapa pun yang mencintai kami. Mohon dukung terus 2PM,” lanjut Jun Ho.

Namun, pengumuman nama 2PM di kategori Penyanyi Asia Terpopuler sempat menuai protes dari netter China. Menurut mereka, Girls’ Generation dan Super Junior jauh lebih populer di China dan Asia daripada 2PM. Meski demikian, keputusan para juri ini tidak dapat diganggu gugat. 2PM tetap bisa berbangga diri dengan memegang piala berbentuk simbol MTV tersebut.

Baca cerita lengkapnya di ASIANplus edisi 397

Wednesday, October 20, 2010

Onrop Musikal




Sutradara andal, Joko Anwar sedang sibuk menyiapkan sebuah komedi musikal. Proyek Onrop! Musikal adalah komedi musikal produksi perdana dari 6 Stories Productions yang akan ditayangkan November 2010 mendatang.

"Onrop! Musikal bercerita tentang sebuah pulau di tahun 2020. Kayak Nusakambangan, pulau yang isinya orang-orang buangan," kata Joko saat ditemui di Senayan City beberapa waktu lalu.

Onrop! sendiri merupakan sebuah komedi romantis. Berkisah tentang sepasang kekasih, yakni seorang perempuan liberal dan kekasihnya, si penulis naskah yang religius. Karena suatu kesalahan, si lelaki harus diasingkan ke sebuah pulau terpencil.

"Ini seperti reaksi sosial refleksi Indonesia," kata sutradara 'Pintu Terlarang' itu.

Untuk proyeknya kali ini, Joko mengajak sejumlah nama yang sudah sering mondar-mandir dalam komedi musikal seperti Sita Nursanti, Nina Tamam, Fitri Tropika dan Ario Bayu. Selain itu Joko juga mengadakan audisi untuk beberapa pemain lainnya.

"Yang jelas, it's fun! Saya juga turun langsung untuk audisinya, karena ini proyek besar, ini adalah sebuah performance, yang mau kita tunjukkan adalah talent," ujar alumni ITB tersebut.

Onrop! Musikal akan diadakan pada tanggal 13 sampai 21 November 2010 mendatang. Teater pertama yang disutradarai Joko Anwar itu juga akan menggaet Eko Supriyanto sebagai koreografer.
• VIVAnews

Monday, October 18, 2010

Maria Kristin Dapat Perhatian Khusus

SEMARANG, Kompas.com — PB Djarum Kudus, Jawa Tengah, akan memberikan perhatian khusus kepada pebulu tangkis tunggal putri Maria Kristin Yulianti, yang prestasinya terus menurun sejak meraih medali perunggu Olimpiade Beijing, China, pada 2008.

Ketua PB Djarum Yoppy Rosimin, ketika dihubungi Antara dari Semarang, Senin (18/10/2010), mengatakan, Djarum akan memberikan motivasi kepada yang bersangkutan agar bisa kembali bersaing dengan pebulu tangkis lain.

"Kami akan memberikan motivasi secara khusus kepada Maria Kristin, termasuk penyembuhan cedera lututnya agar bisa bersaing kembali," katanya.

Menurut dia, kegagalan Maria dalam berbagai turnamen internasional yang diikuti karena cedera lutut yang berkepanjangan. Ia mengatakan, saat pebulu tangkis Indonesia tampil di Asian Games XVI Guangzhou, China, pada 12-27 Oktober 2010, akan dimanfaatkan untuk memberikan motivasi kepada Maria agar pulih kembali semangatnya.

"Maria tidak ikut Asian Games dan ini kesempatan yang baik untuk memberikan motivasi kepada yang bersangkutan," katanya.

Pada Turnamen Bulu Tangkis Indonesia Terbuka Grand Prix Gold 2010 di Samarinda, Kaltim, Maria Kristin langsung tersingkir di babak pertama. Dia dikalahkan pebulu tangkis Singapura, Chen Jiayuan, dengan tiga set, 18-21, 21-12, 17-21.

Ketika ditanya hasil yang dicapai pebulu tangkis PB Djarum pada turnamen Indonesia Terbuka tersebut, ia mengatakan cukup bagus, tetapi hasilnya belum maksimal.

Menurutnya, Dionysius Hayom Rumbaka berhasil melangkah ke final setelah akhirnya kalah dari Taufik Hidayat dengan tiga set, 28-26, 17-21, 14-21, kemudian Andre Kurniawan hanya sampai babak semifinal setelah dikalahkan Taufik Hidayat, 21-9, 19-21, 21-15.

Maria Febe Kusumastuti juga hanya sampai pada babak semifinal setelah dikalahkan pebulu tangkis Thailand, Ratchanok Inthanon, 17-21, 21-16, 17-21, dan akhirnya atlet Thailand ini menjadi juara setelah menang atas pebulu tangkis Taiwan, Cheng Shiao Chieh, 21-12, 19-21, 21-16.

Pebulu tangkis PB Djarum lainnya, Bandar Sigit Pamungkas dan Andreas Adityawarman, juga terhenti pada babak pertama setelah kalah dari lawan-lawannya.

Di nomor ganda putra, atlet Djarum, Ryan Sukmawan/Yonathan Suryatama, berhasil melangkah ke final, tetapi gagal setelah kalah dari pasangan Bona Septono/Mohammad Ahsan, 16-21, 17-18, karena Yonathan cedera.

Susi Susanti Prihatin dengan Prestasi Putri


JAKARTA, Kompas.com - Legenda hidup bulu tangkis Indonesia, Susi Susanti, mengaku sangat prihatin dengan prestasi sektor putri tim "Merah Putih" di Indonesia Terbuka Grand Prix Gold 2010. Pasalnya, Indonesia selaku tuan rumah, gagal menyabet gelar juara turnamen yang hanya diikuti pemain pelapis dari negara lain.

Total, Indonesia meraih tiga gelar dari turnamen berhadiah 120.000 dollar AS tersebut, yang berlangsung di Stadion Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur. Tetapi dari hasil partai final yang berlangsung Minggu (17/10/10), hanya tunggal putra, ganda putra dan ganda campuran yang menyabet gelar. Itu pun karena terjadi all-Indonesian final. Sektor putri, baik tunggal maupun ganda, gagal!

Menurut Susi, yang pernah menjadi ratu bulu tangkis Indonesia pada era 1990-an, seharusnya Indonesia menyapu bersih gelar turnamen kelas dua tersebut--Grand Prix selevel di bawah Super Series. Pasalnya, semua pemain Indonesia yang tampil memiliki peringkat paling tinggi. Selain itu, lawan dari negara lain yang datang adalah pemain lapis kedua, bahkan lapis ketiga.

"Saya sangat prihatin dengan hasil turnamen ini. Ketika pemain-pemain dunia absen, kita justru gagal meraih gelar, apalagi di kandang sendiri. Seharusnya, sebagai tuan rumah dan memiliki ranking tertinggi dalam turnamen ini, Indonesia bisa meraih gelar (di putri)," ujar Susi kepada Kompas.com, Senin (18/10/10).

Namun, peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 tersebut tak ingin kegagalan itu terus diratapi. Susi, yang pada bulan Mei 2004 mendapat penghargaan Hall of Fame dari BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia), berharap agar seluruh jajaran yang berkompeten segera mencarikan solusi sehingga bulu tangkis Indonesia (khususnya putri) tidak semakin terpuruk.

"Hasil di Indonesia Terbuka Grand Prix ini menjadi pekerjaan rumah untuk semua pihak. Jangan pula kesalahan-kesalahan ditujukan kepada pelatih dan pemain. Tetapi semua pihak harus segera melakukan introspeksi, untuk mendapatkan jalan keluar," ujar Susi.

"Mungkin juga perlu komunikasi yang lebih bagus dengan pemain, karena tiap pemain punya tipikal masing-masing. Artinya, program yang diberikan antara satu pemain dengan pemain lain tak bisa sama (tergantung tipe pemain). Jadi, seharusnya ada beberapa program pembinaan yang disiapkan untuk terus mengembangkan permainan seorang atlet," tambahnya.

Memang, keresahan Susi ini sangat beralasan. Bagaimana tidak, ketika prestasi para pemain andalan Indonesia tak juga membaik, China yang datang dengan pemain "tak bernama" justru berhasil menjadi juara ganda putri. Di final, pasangan kembar Luo Ying/Luo Yu menang 11-21, 21-18, 21-11 atas unggulan utama, yang juga ganda terbaik Indonesia, Meiliana Jauhari/Greysia Polii.

Prestasi yang sangat mengejutkan juga dibikin tunggal putri Thailand, Ratchanok Inthanon. Pemain berusia 16 tahun ini menjadi juara setelah mengalahkan unggulan keempat dari Taiwan, Cheng Shao Chieh, dengan 21-12, 19-21, 21-16. Sebelum ke final, Inthanon lebih dulu menyingkirkan pemain andalan Indonesia, Maria Febe Kusumastuti (unggulan 2) di semifinal, serta menjegal unggulan kelima Fransiska Ratnasari, di babak pertama.

Sunday, October 17, 2010

Hasil Final Indonesia Open GP Gold 2010





Tantowi/Liliyana (Butet) Juara

Samarinda - Ganda campuran Indonesia Ahmad Tontowi/Liliyana Natsir akhirnya memenangkan pertandingan antar ganda campuran Indonesia di babak final kejuaraan Badminton Indonesia Open Grandprix Gold 2010, Minggu (17/10).

Tantowi/Natsir mengalahkan Markis Kido/Lita Nurlita dua set langsung, 21-11 dan 21-13.
"Kita duluan yang pegang kendali," kata Liliyana Natsir kepada wartawan udai pertandingan, Minggu (17/10).

Ia mengaku mengetahui karakter permainan lawan, terutama Markis Kido. Menurut Natsir, bermain dengan Kido jangan sampai terikut irama permainannya. Dengan permainan bola cepat dan bola-bola taktis Markis Kido, Liliyana Natsir mengaku hanya mengimbangi saja. "Kalau kita bisa imbangi dengan bola-bola yang berlawanan dengan tipikal permainannya, dia akan ogah-ogahan main," ujar Natsir.

Dengan kemengan ini Ahmad/Natsir berhak mendpatkan hadiah senilai 9.480 dolar Amerika.
Pada kejuaraan mendatang Natsir mengaku perlu adanya peningkatan kualitas diantara keduanya. Ia mengaku yang terpenting adalan menyangkut kekompakan pasangan. Selain itu juga individu perlu juga berkomunikasi.


Ditekuk Non Unggulan, Greys/meliana Gagal Juara

Ganda Putri Indonesia, Greysia Polii/Meliana Jauhari gagal mempersembahkan gelar bagi Indonesia pada Indonesia , Minggu 17 Oktober, 2010. Langkah keduanya dihentikan oleh pasangan China, Ying Luo/Yu Luo dengan skor 21-11, 18-21, 11-21.

Bertanding di Samarinda, Kalimantan Timur, Greysia Polii/Meliana Jauhari belum mendapat perlawanan berarti di game pertama. Pasangan unggulan pertama itu berhasil merebu game ini 21-11.

Tapi pada babak ke 2 terjadi kejar mengejar angka yang dimenangkan oleh Ying/Yu Luo, dan pada babak yang ke 3 pasangan china ini menjadi semakin percaya diri dan melaju menang.

Ratchanok Menang di Tunggal Putri

Pebulu tangkis putri Thailand Ratchanok Inthanon meraih gelar Grand Prix kedua setelah menjuarai Indonesia Terbuka Grand Prix Gold 2010 di Samarinda, Minggu.

Tampil sebagai partai pembuka babak final di Stadion Palaran yang dipenuhi penonton, juara Youth Olympic Games itu jatuh bangun untuk mengalahkan unggulan keempat Cheng Shao Chieh asal Taiwan 21-12, 19-21, 21-16.

Ganda Putra Juara

Cedera yang diderita Yonatan Suryatama mempermudah pasangan Bona Septano/Mohammad Ahsan meraih kemenangan pada final Indonesia Terbuka Grand Prix Gold 2010.

Pertarungan antara dua pasangan Indonesia di Stadion Palaran, Samarinda, Minggu, tersebut dimenangi Bona/Ahsan setelah lawan mereka Rian Sukmawan/Yonatan Suryatama tidak melanjutkan pertandingan saat tertinggal 16-21, 17-18 karena cedera lutut Yonatan semakin parah.

"Ini cedera lama tetapi kambuh dalam pertandingan kemarin dan hari ini semakin parah. Saya sampai tidak bisa menerima servis jauh," ujar Yonatan usai pertandingan.

Taufik menang dari Hayom

Taufik Hidayat memastikan gelar juara tunggal putra Indonesia Grand Prix Gold 2010 setelah di babak final mengalahkan Dionysius Hayom Rumbaka, Minggu 17 Oktober 2010. Berlangsung di Palaran Hall, Samarinda, Taufik memang 26-28, 21-17, 21-14.

Namun gelar ini diraih Taufik dengan susah payah dan lebih dulu kalah di game pertama. Game perdana berjalan dengan alot karena aksi saling susul angka berjalan seru. Angka mulai saling berkejaran dimulai dari 20-20, 21-21, 22-22, 23-23, 24-24, 25-25, dan akhirnya terhenti di 26-26. Rumbaka akhirnya bisa menutup perlawanan Taufik di angka tersebut dan menutup game pertama, 28-26

Namun di game kedua Taufik tidak memberi kesempatan Hayom mengembangkan gaya permainannya. Ia menantang Hayom bermain di depan net serta menyerangnya dengan pukulan kedut sebelum menang 21-17..

Game ketiga sepenuhnya menjadi milik Taufik. Meski kalah stamina, namun Taufik sudah di atas angin dan menyudahi game ketiga 21-14. Pertandingan kedua pemain ini berlangsung 1 jam 6 menit

Stoner tak Ada Lawan, Rossi Mengesankan


PHILLIP ISLAND, Kompas.com - Casey Stoner tampil sangat dominan di Phillip Island, yang merupakan "rumahnya. Pada balapan 27 lap, Minggu (17/10/10), pebalap Ducati tersebut nyaris tak mendapat perlawanan dari para rivalnya, karena dia jauh memimpin sejak awal lomba. Posisi dua ditempati sang juara dunia, Jorge Lorenzo.

Penampilan menghibur dan mengesankan ditunjukkan Valentino Rossi, yang start dari posis delapan. Juara dunia tujuh kali kelas premier tersebut bertarung ketat dengan Nicky Hayden, dan dia akhirnya jadi pemenang untuk naik podium ketiga.

Dengan kemenangan ini, Stoner, yang meraih empat kemenangan beruntun di GP Australia, naik ke peringkat tiga klasemen sementara dengan koleksi 205 poin. Dia melewati Rossi, yang turun satu strip dengan raihan 194 poin. Sedangkan Lorenzo, kian kokoh dengan raihan 333 poin.

Hasil GP Australia, Minggu (17/10/10)

1. Casey Stoner AUS Ducati Marlboro Team 41m 9.128s
2. Jorge Lorenzo ESP Fiat Yamaha Team 41m 17.726s
3. Valentino Rossi ITA Fiat Yamaha Team 41m 27.125s
4. Nicky Hayden USA Ducati Marlboro Team 41m 27.163s
5. Ben Spies USA Monster Yamaha Tech 3 41m 31.339s
6. Marco Simoncelli ITA San Carlo Honda Gresini 41m 34.145s
7. Colin Edwards USA Monster Yamaha Tech 3 41m 44.296s
8. Aleix Espargaro ESP Pramac Racing 41m 55.322s
9. Marco Melandri ITA San Carlo Honda Gresini 41m 55.422s
10. Randy de Puniet FRA LCR Honda MotoGP 42m 8.763s
11. Mika Kallio FIN Pramac Racing 42m 8.792s
12. Alvaro Bautista ESP Rizla Suzuki MotoGP 42m 8.860s
13. Hiroshi Aoyama JPN Interwetten Honda MotoGP 42m 14.157s
14. Hector Barbera ESP Paginas Amarillas Aspar 42m 14.181s

DNF:
Andrea Dovizioso ITA Repsol Honda Team

- Klasemen sementara

Pos. Rider Bike Nation Points
1 Jorge LORENZO Yamaha SPA 333
2 Dani PEDROSA Honda SPA 228
3 Casey STONER Ducati AUS 205
4 Valentino ROSSI Yamaha ITA 197
5 Andrea DOVIZIOSO Honda ITA 179
6 Ben SPIES Yamaha USA 163
7 Nicky HAYDEN Ducati USA 152
8 Marco SIMONCELLI Honda ITA 102
9 Randy DE PUNIET Honda FRA 100
10 Marco MELANDRI Honda ITA 93
11 Colin EDWARDS Yamaha USA 90
12 Hector BARBERA Ducati SPA 76
13 Alvaro BAUTISTA Suzuki SPA 73
14 Aleix ESPARGARO Ducati SPA 60
15 Hiroshi AOYAMA Honda JPN 47
16 Mika KALLIO Ducati FIN 43
17 Loris CAPIROSSI Suzuki ITA 41
18 Alex DE ANGELIS Honda RSM 11
19 Roger Lee HAYDEN Honda USA 5
20 Kousuke AKIYOSHI Honda JPN 4
21 Wataru YOSHIKAWA Yamaha JPN 1