f(x)

Thursday, September 30, 2010

Liliyana natsir (butet) bertekad sumbang medali emas


Pemain spesialis ganda campuran Tontowi Ahmad mengaku siap memikul tanggung jawab untuk tampil sebaik-baiknya pada Asian Games di Guangzhou, China, 13-21 November 2010.

"Namanya juga diberi tanggung jawab, saya siapa saja," ujar Tontowi di Pelatnas Cipayung, Kamis (30/9/10), saat dimintai komentar atas penunjukkan dirinya menggantikan Nova Widianto untuk berpasangan dengan Liliyana Natsir.

Seperti diberitakan sebelumnya, pasangan peringkat satu dunia Nova Widianto/Liliyana Natsir semula disiapkan sebagai salah satu andalan penyumbang medali emas bagi kontingen Indonesia di Asian Games. Tetapi pada Selasa (28/9/10), pelatih ganda campuran Richard Mainaky memutuskan mengganti Nova dengan Tontowi, yang lebih muda, dengan harapan dapat mengimbangi pasangan-pasangan China yang akan menjadi saingan utama di Guangzhou.

Meski memikul tanggung jawab berat, Tontowi yang dalam dua penampilannya dengan Liliyana di Macau dan Taiwan Grand Prix Gold berhasil meraih satu gelar dan mencapai final, mengaku tidak terbebani.

"Karena tidak ditargetkan apa-apa ya tidak ada beban," kata Tontowi, yang akan berpasangan dengan Liliyana pada Indonesia Terbuka Grand Prix Gold di Samarinda, 12-17 Oktober.

"Target di Samarinda, juara," kata pemain yang antara lain pernah berpasangan dengan Shendy Puspa Irawati, Richi Puspita Dili, dan Greysia Polii sebelum akhirnya berduet dengan Liliyana.

Setelah bermain dalam dua turnamen, Tontowi/Liliyana saat ini menempati peringkat 76 dunia.

Punya ketahanan fisik

Sementara itu Richard yang ditemui terpisah mengatakan, keputusan memilih Tontowi adalah setidaknya pemain berusia 23 tahun itu mempunyai ketahanan fisik yang lebih baik dalam menghadapi pemain China.

"Tontowi mungkin belum sekuat pemain China, tetapi dia punya ketahanan menghadapi mereka," kata Richard, yang menyebutkan bahwa pemain China memilih bermain mengadu kekuatan dibanding adu teknik saat mengadapi Nova/Liliyana.

Menurutnya, pemain China menyadari bahwa Nova mempunyai teknik bermain yang sangat baik. Tetapi kekuatan fisiknya sudah menurut karena faktor usia. Tahun ini, dua kali juara dunia itu genap berusia 33 tahun.

Pendapat yang sama disampaikan Liliyana, pasangan Nova selama lebih dari lima tahun terakhir, bahwa power Nova sudah menurun dan tidak bisa dipaksa lagi.

"Tetapi secara teknik dia tidak tertandingi, maka dari itu pemain China memaksa bermain adu fisik," katanya.

Soal pasangan barunya Tontowi, Liliyana berharap bisa lebih terbuka dalam berkomunikasi. "Dia harus berani berkomunikasi dengan saya saat bertanding, berani menegur," katanya.

Meski tidak lagi bermain dengan Nova, yang menghasilkan dua gelar juara dunia dan medali perak Olimpiade di antara sejumlah mahkota yang mereka peroleh, Liliyana tetap bertekad menyumbang medali bagi Indonesia.

"Saya ingin menyumbang medali. Ini pertamakalinya kami memberi kejutan bagi China," katanya mengenai duetnya bersama Tontowi yang belum pernah bertemu pemain China.

Wednesday, September 29, 2010

Renault ingin tahu Hasrat KIMI


Singapura - Kabar soal bakal bergabungnya Kimi Raikkonen dengan Renault tahun depan kian santer. Namun sebelum memutuskan, Renault ingin mengetahui seberapa besar hasrat Kimi kembali.

Di GP Belgia akhir Agustus lalu, Kimi, juara dunia Formula 1 tahun 2007, konon mengontak Renault untuk menanyakan apakah mereka bersedia menampungnya apabila ia memutuskan comeback.

Gayung bersambut, Renault menyatakan kalau Kimi masuk dalam opsi mereka tahun depan. Dengan empat seri tersisa, pengumuman soal siapa pembalap Renault tahun depan pun kian dekat.

"Waktu kami untuk membuat keputusan sudah sangat dekat. Tapi kami benar-benar ingin menimbang semua opsi yang ada," ungkap prinsipal Renault, Eric Boullier, kepada Autosport.

Renault terlebih dahulu ingin menguji seberapa besar hasrat Kimi untuk kembali menggeber mobil F1, meski baru sejak awal musim ini meninggalkan F1 dan menggeluti reli.

"Saya memutuskan untuk mengatakan kepada sejumlah (kandidat) pembalap kalau kami tidak akan meneruskan diskusi dengan mereka. Tapi Kimi tetap salah satu skenario kami," ujar Boullier.

"Saya berkali-kali bilang kalau saya ingin bertemu dengan dia dahulu sebelum bertindak lebih jauh. Saya ingin menggali lebih dalam keinginannya untuk comeback," timpal bos berkebangsaan Prancis itu.

Ada sejumlah kemungkinan buat Kimi untuk masuk ke Renault. Bisa jadi, pembalap Finlandia itu akan menggusur Vitaly Petrov yang gagal bersinar, atau malah mengisi slot yang ditinggalkan Robert Kubica yang konon kabarnya akan ke Ferrari.

Pedrosa incar kemenangan di Motegi


Tokyo - Dani Pedrosa belum pernah menang di Motegi saat membalap di kelas MotoGP, sehingga itu akan menambah motivasinya dalam memelihara persaingan dengan Jorge Lorenzo. Apalagi kemenangan sekaligus akan menjadi kado ultah manis untuk Pedrosa.

Dengan lima seri tersisa, persaingan menuju gelar juara dunia MotoGP sudah mengerucut dan menyisakan Lorenzo dengan Pedrosa. Secara matematis, hanya keduanya yang masih punya kans jadi jawara musim ini.

"Pada akhir pekan ini kami memulai periode paling intens di musim ini dengan lima balapan dalam enam pekan, dan tekad saya adalah menuntaskan musim dengan maksimal," tekad Pedrosa di Superbike Planet.

Balapan di Motegi bukan hanya menjadi duel Pedrosa kontra Lorenzo tapi sekaligus menjadi perang prestise antara Honda dan Yamaha --tim yang mereka bela-- karena keduanya sama-sama berbasis di Jepang.

"Periode akhir ini akan dimulai di Jepang, balapan terpenting untuk Honda karena inilah balapan kandang mereka, dan saya sangat menantikan untuk beraksi di sirkuit dan memulai persiapan untuk balapan nanti," tegas si pembalap Honda asal Spanyol.

Selain demi Honda, motivasi Pedrosa juga akan bertambah karena ia belum pernah berjaya di Motegi. Fakta bahwa ia tengah berulang tahun ke-25 pada tanggal 29 September ini pun bakal semakin melengkapi kegembiraan jika bisa naik podium tertinggi akhir pekan nanti.

"Saya akan senang jika bisa menang di Motegi karena saya belum pernah menang di sana dalam kelas MotoGP walau saya sudah bisa naik podium (di posisi tiga --red) selama dua musim terakhir."

"Saya selalu sangat termotivasi di Jepang. Saya suka sirkuitnya dan atmosfer yang terasa di sana," lugas Pedrosa.

untuk asian games nova diganti tantowi


Posisi Nova Widianto dalam tim bulu tangkis Indonesia untuk Asian Games di Guangzhou, China, November mendatang digantikan Tontowi Ahmad. Pelatih ganda campuran Richard Mainaky yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (28/9/10), membenarkan "perceraian" tersebut, yang diputuskan Selasa siang.

"Itu keputusan saya, mengganti Nova (yang November mendatang akan berusia 33 tahun) dengan Tontowi (23)," katanya.

"Saya lihat perkembangannya sampai terakhir, China sudah mulai mencoba pasangan-pasangan baru dengan menurunkan pemain-pemain muda," kata Richard mengenai negara bulu tangkis terkuat di dunia itu.

Menurutnya, pasangan Nova dan Liliyana Natsir (25) yang saat ini masih menempati peringkat satu dunia selalu kewalahan jika menghadapi pasangan-pasangan muda China tersebut. Karena itu, dia memutuskan untuk memasangkan Liliyana dengan pemain muda, Tontowi.

"Pemain-pemain China itu tidak mau bermain teknik jika melawan Nova/Liliyana tetapi memilih mengadu kekuatan, mereka yakin lebih kuat ... Karenanya saya harus berani mengadu dengan pemain saya yang tidak kalah kualitasnya," tambah Richard.

Pada dua turnamen terakhir, China Masters dan Jepang Terbuka Super Series, China membongkar pasang ganda campuran yang sudah ada sebelumnya untuk membentuk pasangan baru seperti He Hanbin/Ma Jin, Xu Chen/Yu Yang dan Tao Jiaming/Tian Qing.

Sebelumnya He Hanbin berpasangan dengan Yu Yang, Xu Chen pemain ganda putra, Tao Jiaming berduet dengan Zhang Yawen, sedangkan Ma Jin sebelumnya berpasangan dengan Zheng Bo yang terakhir meraih gelar juara dunia bulan lalu.

Pada China Masters, Nova yang berpasangan dengan Liliyana kalah oleh Xu Chen/Yu Yang pada semifinal. Saat itu, Nova mengakui bahwa pasangan tersebut lebih kuat dibanding pasangan sebelumnya (He Hanbin/Yu Yang), terutama pemain putranya.

Sedangkan Tao Jiaming/Tian Qing berhasil meraih gelar di China Masters dan mencapai final di Jepang, kalah oleh rekan senegara mereka Zhang Nan/Zhao Yunlei yang juga pasangan muda.

Richard mengakui, perubahan tersebut bukan tanpa risiko. Memasang Nova/Liliyana dipastikan akan menjadi unggulan namun dengan pemain-pemain China yang tidak diunggulkan, mereka tetap berpeluang bertemu di babak awal.

Begitu pula jika menurunkan Tontowi/Liliyana, peringkat 76 dunia setelah berhasil juara di Macau dan mencapai final di Taiwan GP Gold, tidak bisa diprediksi posisinya dalam undian karena bukan unggulan dan berpeluang bertemu pemain China di awal.

"Jadi berani ngadu (kekuatan) sajalah," katanya optimistis.

Dalam dua turnamen yang pernah mereka ikuti, Tontowi/Liliyana tidak pernah bertemu pemain China, sementara hasil yang diraih Nova/Liliyana adalah dua kali menjadi runner-up dan duakali mencapai semifinal dalam enam turnamen yang mereka ikuti tahun ini.

Ditanya soal target medali, Richard menyadari bahwa tidak mungkin membebani Tontowi/Liliyana sama dengan target medali emas yang dibebankan kepada Nova/Liliyana.

"Tontowi/Liliyana tidak bisa harus medali emas, tetapi peluang bagi mereka untuk membuat gebrakan tetap ada, apalagi mereka tampil tanpa beban," katanya.

Selain tuan rumah China, saingan berat Indonesia pada cabang bulu tangkis antara lain adalah Korea Selatan dan Malaysia.

Sunday, September 19, 2010

Error dan Ban Hambat Pedrosa


Dua hal yang menyebabkan Dani Pedrosa kehilangan kans meraih hat-trick kemenangan di musim ini. Ia melakukan kesalahan yang buruk di awal balapan MotoGP Aragon, lalu ban motornya pun bermasalah.

Beraksi di salah satu sirkuit negaranya, Spanyol, Minggu (19/9/2010), Pedrosa memulai dari posisi ketiga di belakang Casey Stoner dan Jorge Lorenzo. Namun ia nyaris celaka di tikungan pertama, dan itu membuatnya mundur ke urutan lima.

Rider Honda itu berhasil merebut cepat posisi kedua dan menguntit Stoner. Ia bahkan sempat adu cepat yang ketat dengan rivalnya dari Ducati itu dan cuma berselisih 0,6 detik di tengah lomba, tapi kekuatan ban motornya agak nge-drop.

Di akhir balapan Pedrosa harus puas menjadi runner up. Sebelumnya ia meraih kemenangan berturut-turut di Indianapolis dan San Marino, dan itu adalah kali pertama ia menorehkan kemenangan beruntun di MotoGP.

"Start-ku tidak sempurna dan di tikungan pertama aku tergelincir. Aku hampir bertabrakan dan merosot ke posisi lima. Aku melewati beberapa pembalap di dua-tiga lap, tapi Casey sudah terlalu jauh," terangnya.

"Aku mencoba mengejar dia, kecepatan kami hampir sama. Kami nyaris berjarak sama sepanjang lomba," tambahnya. "Pada akhirnya aku bersusah payah dengan ban. Jadi aku bilang 'oke, beginilah hari ini'. Aku sudah mencoba yang terbaik, tapi posisi kedua juga tidaklah buruk."

Mendulang tambahan 20 poin tetaplah lumayan buat Pedrosa dalam misinya mengejar Lorenzo di puncak klasemen. Rival Yamaha-nya itu hari ini hanya finish di tempat kelima, dan selisih mereka berkurang menjadi 56 poin, sedangkan balapan masih tersisa lima kali lagi.

Pedrosa runner up di aragon


MotoGP Aragon yang dihelat pertama kalinya musim ini menyajikan duel seru antara Casey Stoner dan Dani Pedrosa. Namun akhirnya Stoner-lah yang tersenyum usai meraih podium teratas untuk pertama kalinya musim ini.

Balapan yang dihelat di sirkuit Aragon, Minggu (19/9/2010) malam WIB, itu Stoner yang menguasai pole position sejak awal tak tertandingi lawan-lawannya.

Sempat mendapat tekanan dari Jorge Lorenzo namun Stoner akhirnya mampu mengamankan posisi terdepannya hingga jadi pembalap pertama yang menyentuh garis finis.

Sementara itu Lorenzo yang bernafsu mengejar Stoner malah kehilangan posisinya karena disalip Dani Pedrosa di lap ketiga. Jadilah Pedrosa dan Stoner bertarung hingga 23 lap usai tapi Pedrosa tetap tak mampu menghadang rivalnya asal Ducati itu.

Malah Lorenzo untuk pertama kalinya musim ini tak menginjak podium setelah harus puasa disalip Nicky Hayden di tikungan terakhir pada lap pamungkas. Alhasil Lorenzo finis di posisi keempat dan Hayden menginjak podium ketiga.

Melengkapi posisi lima besar adalah pembalap Yamaha Tech 3 Ben Spies. Sementara rekan setim Lorenzo Valention Rossi harus puas berada di posisi keenam pada balapan itu.

Meski gagal juara, Lorenzo tetap berada di puncak klasemen dengan 284 poin. Namun selisih poin dengan Pedrosa di urutan kedua semakin dekat yaitu 56 poin, dengan Pedrosa punya 228 poin. MotoGP musim ini masih menyisakan lima seri lagi.

Hasil balapan MotoGP Aragon

1 Casey Stoner Ducati MotoGP 42:16.530
2 Dani Pedrosa Honda HRC +05.148
3 Nicky Hayden Ducati MotoGP +09.496
4 Jorge Lorenzo Yamaha Factory +09.580
5 Ben Spies Yamaha Tech 3 +13.771
6 Valentino Rossi Yamaha Factory +27.330
7 Marco Simoncelli Honda Gresini +28.511
8 Alvaro Bautista Suzuki MotoGP +35.254
9 Marco Melandri Honda Gresini +35.393
10 Aleix Espargaro Ducati Pramac +35.467
11 Hector Barbera Ducati Aspar +35.522
12 Colin Edwards Yamaha Tech 3 +45.360
13 Hiroshi Aoyama Honda Interwetten +48.319
14 Mika Kallio Ducati Pramac +58.047
15 Andrea Dovizioso Honda HRC +55.9
16 Randy de Puniet Honda LCR +38.1 ( mrp / arp )

my chemical romance new album



suprise!!! MCR mw ngeluarin album lagi... happi... happi face.. :D